Kasus Masih Tingggi, Rancana Longgarkan Pembatasan Sosial Presiden Jokowi Disorot Internasional

- 24 Juli 2021, 15:08 WIB
Presiden Jokowi Diisukan Tindak Tegas KSP Moeldoko karena Dianggap Mempermalukan Istana
Presiden Jokowi Diisukan Tindak Tegas KSP Moeldoko karena Dianggap Mempermalukan Istana /Instagram/@jokowi

Kata beberapa pakar kesehatan masyarakat pelonggaran pembatasan kemungkinan prematur dan berpotensi berbahaya.

Sementara kasus telah menurun, lebih dari 56.000 pada pertengahan Juli ini, kini menjadi 49.000 pada Jumat, 23 Juli.

Baca Juga: Putus Asa Warga Indonesia Atas Penyebaran Covid-19 Jadi Sorotan Media Internasional, Dianggap Frustasi

Namun, ahli epidemiologi mengatakan tingkat pengujian juga turun pada periode yang sama, sehingga sulit untuk menentukan apakah ada penurunan yang sebenarnya.

Bahkan jika kasusnya mendatar, pembatasan santai tidak disarankan mengingat tingkat hunian rumah sakit dan tingkat kematian tetap tinggi, kata mereka.

Pembatasan sosial yang berlaku sejak 3 Juli seperti bekerja dari rumah dan pusat perbelanjaan yang ditutup saat ini terbatas di pulau Jawa dan Bali dan 'zona merah' lainnya di seluruh negeri.

Menteri Senior Luhut Pandjaitan mengatakan ini dapat dikurangi pada Senin, 26 Juli 2021 jika kasus terus turun dan indikator lainnya membaik.

Dia juga mengatakan kondisi sosiologis masyarakat akan menjadi faktor dalam keputusan tersebut.

Kekhawatiran tentang mata pencaharian orang miskin, dan serangkaian protes kecil dalam seminggu terakhir.

Analis dan sumber pemerintah mengatakan telah menimbulkan kekhawatiran tentang risiko kerusuhan sosial.

Halaman:

Editor: Chris Dale

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X