Beredar Rekaman Video Mengerikan Kota Ukraina Dihujani Bom Termit Rusia

- 22 September 2022, 14:43 WIB
Sebuah rekaman video yang mengerikan menunjukkan pasukan Rusia menjatuhkan bom termit yang bisa melelehkan daging di desa Ozerne di Ukraina.
Sebuah rekaman video yang mengerikan menunjukkan pasukan Rusia menjatuhkan bom termit yang bisa melelehkan daging di desa Ozerne di Ukraina. /Twitter
ISU BOGOR - Sebuah rekaman video yang menunjukkan pasukan Rusia menjatuhkan bom termit yang bisa melelehkan daging di desa Ozerne, Ukraina beredar di media sosial.

Video tersebut diambil menggunakan rekaman drone terlihat jelas momen mengerikan itu terjadi. Tetesan hujan panas berwarna putih yang membara terlihat jatuh di atas desa, menghanguskan bumi saat menyentuh tanah, dan di beberapa tempat menimbulkan kebakaran.

Desa kecil, di wilayah Donetsk, baru saja dibebaskan pada 4 September, dan berdiri hanya beberapa kilometer dari garis depan.

Sementara penggunaan senjata kimia tersebut tidak dilarang keras, penggunaan yang disengaja terhadap warga sipil telah dilarang di bawah Protokol 3 Konvensi Senjata Tidak Manusiawi.

Baca Juga: Perang Rusia Ukraina Memanas, Putin Umumkan Mobilisasi Parsial

"Ini mengerikan," tulis keterangan video yang diunggah anggota parlemen senior Ukraina Roman Hryshchuk di media sosial sebagaimana dilansir Express UK, Kamis 22 September 2022.

Lokasi serangan telah berhasil di-geolokasi, dan diperiksa silang, ke Ozerne.

Rekaman drone wide-pan menunjukkan skala kehancuran yang ditimbulkan oleh serangan pembakar ini, dengan desa ditelan oleh cahaya berpendar.

Diyakini Rusia menggunakan rudal 9M22S yang mengandung termit, yang ditembakkan oleh peluncur roket BM-21, untuk melakukan serangan itu.

Baca Juga: Zelensky Bersumpah Ukraina Rebut Kembali Wilayah Donbas TImur, Biden: Mereka Akan Mengalahkan Rusia

Beberapa orang mempertanyakan apakah Rusia menggunakan fosfor alih-alih termit, yang juga dapat menghanguskan tetapi berada di bawah peraturan yang lebih ketat karena efeknya yang berliku-liku pada manusia, meskipun klaim tersebut belum dibuktikan.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi

Sumber: Express


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x