Penanganan COVID-19 Kota Bogor Jadi Atensi Pemerintah Pusat, Dua Menteri Ini Turun Langsung Bagikan Bantuan

- 26 Juli 2021, 10:19 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berbincang di Balai Kota Bogor, Minggu 25 Juli 2021
Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Mentri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berbincang di Balai Kota Bogor, Minggu 25 Juli 2021 /Prokompim Kota Bogor

ISU BOGOR - Pemerintah pusat tampaknya memberikan perhatian lebih atau atensi kepada Kota Bogor yang dianggap efektif tangani COVID-19 lewat sistem ganjil genap kendaraan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mendatangi Balai Kota Bogor, di Kecamatan Bogor Tengah, Minggu 25 Juli 2021.

Kedatangan kedua menteri itu disambut langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya. Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, kedua menteri memberikan secara simbolis bantuan sosial kepada para pengemudi transportasi di Kota Bogor.

Baca Juga: Ada 2.763 Kasus Sembuh COVID-19 di Bogor Raya, 24 Orang Meninggal Dunia Dalam Sehari

Para pengemudi transportasi ini terdiri dari pengemudi ojek online (ojol) dan sopir angkutan kota dan bus. Bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu sebanyak 500 paket sembako untuk membantu meringankan beban para pengemudi transportasi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 ini.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan untuk terus mendorong bantuan sosial kepada masyarakat. Termasuk yang selalu dilaksanakan, yakni pembagian sembako.

"Bantuan sembako untuk 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau bantuan sembako PPKM untuk 5,9 juta KPM. Ada juga program tambahan perpanjangan, bantuan sosial tunai untuk 10 juta KPM," jelas Airlangga dalam sambutannya.

Baca Juga: Sembuh dari COVID-19 di Bogor Raya Bertambah 2.699 Orang Dalam Sehari, Bima Arya: Maksimalkan Pusat Isolasi

Tak berhenti sampai disitu, sambung Airlangga, ada pula tambahan bantuan beras 10 kilogram untuk 28,8 juta KPM . Kemudian penambahan bantuan produktif usaha mikro untuk 3 juta penerima dengan besar Rp1,2 juta sehingga total menjadi Rp 3,6 triliun.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network