Pulau Ular Ukraina Dibersihkan dari Peralatan dan Senjata Pasukan Rusia

2 Juli 2022, 13:00 WIB
Pulau Ular Ukraina atau Ostriv Zmiinyi dibersihkan dari peralatan dan senjata pasukan Rusia yang ditinggalkan beberapa waktu lalu. /Ukrinform
ISU BOGOR - Pulau Ular Ukraina atau Ostriv Zmiinyi dibersihkan dari peralatan dan senjata pasukan Rusia.

Sebagaimana dilansir Ukrinform, Unit Angkatan Bersenjata Ukraina telah menyelesaikan operasi militer untuk membersihkan Pulau Zmiinyi.

Pembersihan peralatan dan senjataitu dilakukan setelah ditinggalkan pasukan Rusia yang diklaim Ukraina melarikan diri ke Krimea yang diduduki sementara.

Baca Juga: Ukraina Sita Properti Perusahaan Rusia Senilai Rp2,2 Triliun

"Di Odesa dan wilayahnya, ini adalah hari berkabung bagi mereka yang tewas dalam serangan rudal teroris musuh," ungkap Juru bicara Administrasi Militer Daerah Odesa, Serhii Bratchuk, Sabtu 1 Juli 2022.

"Tetapi musuh terus menyerang wilayah itu dengan rudal jelajah: larut malam, unit pertahanan udara Ukraina menghancurkan rudal X-31 yang diluncurkan oleh pesawat musuh dari Laut Hitam. Sinyal serangan udara terdengar lagi."

Menurut Serhii Bratchuk, unit-unit Angkatan Bersenjata Ukraina telah menyelesaikan operasi militer untuk membersihkan Pulau Zmiinyi dari peralatan dan senjata para penyerbu yang melarikan diri ke Krimea yang diduduki sementara.

Baca Juga: Putin Ancam Bulgaria dengan Keluarkan Tenggat Waktu Terkait Pengusiran Diplomat Rusia

"Semangat Zmiibayevka menang di pulau itu - setelah musuh melarikan diri, mereka menghancurkan, khususnya, peluncur rudal Grad, rudal anti-pesawat dan kompleks senjata "Pantsir-S1", 3 unit peralatan lapis baja dan otomotif, sebuah kapal tanker truk dan area untuk menaungi peralatan lainnya," jelas juru bicara OVA.

Serhii Bratchuk menambahkan, saat ini ada dua kapal rudal musuh dengan selusin rudal jelajah, serta tiga kapal amfibi besar di bagian barat laut Laut Hitam.

"Tidak merasa terlindungi, mereka menjaga jarak seaman mungkin dari pantai Ukraina," katanya.

Baca Juga: Media Rusia: Putin Siap Penuhi Permintaan Presiden Jokowi

Seperti diberitakan sebelumnya, bendera nasional Ukraina dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung dan struktur otoritas negara, badan-badan pemerintahan lokal, perusahaan milik negara, lembaga, dan organisasi di wilayah Odesa sebagai tanda berkabung bagi mereka yang meninggal karena serangan roket malam pasukan Rusia.

Acara hiburan dan konser, kompetisi olahraga dibatalkan, perubahan yang sesuai dilakukan pada program TV dan radio di tingkat regional dan lokal.

Maksym Marchenko, kepala OVA, dalam pidatonya kepada penduduk di wilayah tersebut mengatakan semua terguncang oleh peristiwa skala yang belum pernah terjadi sebelumnya tadi malam.

Baca Juga: Tiba di Moskow, Jokowi Disambut Senyum Cerah Pejabat Rusia dan KBRI

"Musuh meluncurkan serangan roket ke salah satu pemukiman di distrik Bilhorod-Dnistrovsky wilayah Odesa. Tragedi mengerikan itu merenggut nyawa 21 warga sipil di wilayah tersebut," ungkapnya.***

 

Editor: Iyud Walhadi

Sumber: ukrinform

Tags

Terkini

Terpopuler