Trem Kota Bogor Diusulkan Sepaket dengan LRT Cibubur-Baranangsiang, Ini Kata Kemenhub

- 22 September 2022, 19:57 WIB
Trem Kota Bogor disambut positif Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian dan diusulkan pembangunannya sepaket dengan kereta Light Rail Transit (LRT) Cibubur-Baranangsiang.
Trem Kota Bogor disambut positif Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian dan diusulkan pembangunannya sepaket dengan kereta Light Rail Transit (LRT) Cibubur-Baranangsiang. /Foto/Ilustrasi/Kereta Trem di Wina Austria/Antara
ISU BOGOR - Trem Kota Bogor disambut positif Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian dan diusulkan pembangunannya sepaket dengan kereta Light Rail Transit (LRT) Cibubur-Baranangsiang.

Hal itu diungkapkan Plt. Dirjen KA Kemenhub, Zulmafendi saat audiensi bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Jakarta Pusat, Kamis 22 September 2022.

"Kami sudah mendengar rencana ini memang sudah lama, trem ini salah satu solusi alternatif transportasi di Kota Bogor di tengah kondisinya yang semakin padat," kata Zulmafendi.

Zulmafendi juga mengungkapkan bahwa Bogor dikenal sebagai kota yang hijau, nyaman, tenang, dan sejuk. Kota Bogor sebagai daerah penyangga ibu kota yang sangat berpotensi dilakukan pengembangan.

Baca Juga: Bima Arya soal Kelanjutan Kereta Trem di Kota Bogor: Angkot Nanti Hanya Jadi Feeder

Sehingga rencana pembangunan trem Kota Bogor sebagai moda transportasi yang memadai sangat diperlukan.

"Sangat kami dukung baik rencana ini. Ditjen KA sangat gembira dan menyambut baik bagaimana planning ke depan untuk pengembangan trem yang menjadi salah satu moda dan solusi pengaturan lalu lintas di Kota Bogor yang nyaman seperti dulu," bebernya.

Secara teknis, Zulmafendi memiliki usulan jika pembangunan trem Kota Bogor disatu-paketkan dengan pembangunan lanjutan Light Rail Transit (LRT) Tahap II Cibubur-Baranangsiang. Dimana lanjutan pembangunan itu juga sudah memiliki studi dan perencanaan.

"Ini baru pemikiran sementara, apakah mungkin langsung digabung. Dan bisa saja Pemkot diuntungkan dengan itu. LRT dengan trem saling connecting, jadi nanti bisa sama - sama kita kaji," papar Zulmafendi.

Baca Juga: Agar 2024 Trem Mengaspal di Kota Bogor, Pemkot Butuh Rp1,9 Trliun

Dengan usulan itu, Zulmafendi mengatakan bahwa Kemenhub siap membentuk tim untuk konsentrasi terhadap trem Kota Bogor. Sehingga dengan studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang sudah ada tinggal dimatangkan kembali.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, perencanaan trem Kota Bogor sudah cukup matang. Setelah FS yang sudah dilakukan Colas Rail, Pemkot Bogor juga sudah melakukan komunikasi dengan PT KAI dan kajian dari Universitas Indonesia (UI).

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x