Data Kependudukan Kota Bogor Dibobol, Layanan Online Si Kancil Berlari Dihentikan Sementara

- 10 Juni 2021, 16:51 WIB
Si Kancil Berlari Layanan Online untuk mengurus adminduk seperti e-KTP, KK, Akta Kelahiran dan Lainnya di Kota Bogor
Si Kancil Berlari Layanan Online untuk mengurus adminduk seperti e-KTP, KK, Akta Kelahiran dan Lainnya di Kota Bogor /Disdukcapil Kota Bogor

ISU BOGOR – Kota Bogor satu dari empat wilayah yang data kependudukan dibobol atau diretas dan untuk sementara layanan kependudukan online melalui situs publik Si Kancil Berlari dihentikan sementara waktu.

Layanan Si Kancil Berlari milik Disdukcapil Kota Bogor ini merupakan singkatan dari Sistem Kependudukan Catatan Sipil Berintegrasi Layanan Prima. Dengan layanan online tersebut, masyarakat bisa mengurus berbagai dokumen kependudukan seperti e-KTP, KK, Akta Kelahiran dan lainnya.

“Layanan online Si Kancil Berlari yang saat ini sudah sangat membantu masyarakat di masa Covid-19, berdampak kita matikan untuk sementara waktu sesuai arahan bapak dirjen dan layanan kependudukan hanya bisa dilakukan secara offline,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor Sujatmiko, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Gawat, Sejuta Data kependudukan Kota Bogor Dibobol Hacker 

Untuk selanjutnya, kepengurusan kependudukan Kota Bogor bisa dilakukan secara offline atau datang langsung ke Kantor Kecamatan, Mal Pelayanan Publik, atau Kantor Disdukcapil.

Masyarakat diminta untuk tidak perlu khawatir karena sudah ada langkah cepat penanganan. Sejauh ini, pihaknya juga belum mendapat laporan dari masyarakat Kota Bogor yang merasa dirugikan maupun lainnya terkait dugaan peretasan server.

"Kami tidak tahu persis (kerugian) karena terinformasikan dihack pemanfaatan oleh oknum tertentu kita juga belum tahu tetapi sejauh ini belum ada laporan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena langkah cepat mudah-mudahan belum terjual karena segera kita matikan," tutup Sujatmiko.

Baca Juga: Maksimalkan Jelang Lawan UEA, Shin Tae-yong: Pemain Tidak Ingin Kalah Lagi 

Diberitakan sebelumnya, server di empat Disdukcapil diduga telah menjadi target serangan peretas. Empat Disdukcapil tersebut yakni Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Subang, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.***

Halaman:

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X