2 Kali Pipa PDAM Bocor, Bima Arya Ulimatum Pekerja Rel Ganda Bogor Sukabumi

- 9 Oktober 2021, 18:44 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya di area Stasiun Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, usai mengecek saluran peninggalan zaman Belanda, Sabtu 28 Agustus 2021
Wali Kota Bogor Bima Arya di area Stasiun Bogor, Jalan Nyi Raja Permas, usai mengecek saluran peninggalan zaman Belanda, Sabtu 28 Agustus 2021 /Chris Dale/Isu Bogor

ISU BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya mengultimatum PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi, terkait bocornya pipa PDAM Kota Bogor.

Bima Arya memberi ultimatum kepada pelaksana proyek rel ganda agar lebih berhati-hati sebelum menjadi persoalan hukum.

“Terkait dengan dua kali terjadi peristiwa bocornya pipa (Perumda Tirta Pakuan) di lahan pembangunan double track. Saya merasa perlu mengundang baik PPK maupun kontraktor dalam hal ini Adhi Karya, untuk meminta klarifikasinya persoalan apa yang terjadi,” kata Bima Arya.

Baca Juga: #PapuaTerkoneksi Trending Setelah Kunjungan Kerja Menkominfo Ke Papua Barat, Netizen: Tanda Cinta Presiden

“Dari situ, saya mendapat keterangan bahwa memang lokasi kegiatan sangat rawan dan kontur landscape-nya ada saluran pipa Tirta Pakuan yang berhimpitan dengan kegiatan (proyek rel ganda),” katanya.

Dari hasil pertemuan tersebut, kata Bima, memang dalam pengerjaan proyek rel ganda sangat mungkin terjadi human error, teknikal error, maupun karena force major.

“Karena itu tadi dalam pembicaraan, setelah mendengar penjelasan, saya melihat memang sudah ada langkah-langkah agar tidak terjadi lagi,” katanya.

Baca Juga: Facebook Minta Maaf Atas Gangguan Pemadaman 2 Kali Seminggu

Kemudian, Bima juga menyampaikan kepada PT Adhi Karya sebagai pelaksana proyek rel ganda, insiden kebocoran pipa sangat merugikan konsumen Perumda Tirta Pakuan.

Karena itu, wali kota dua periode itu meminta agar hal tersebut menjadi atensi agar tidak terjadi lagi ke depan. “Jangan sampai ke depan menjadi persoalan hukum,” imbuhnya.

Bima Arya mengapresiasi langkah Perumda Tirta Pakuan dan pelaksana proyek rel ganda yang telah melakukan koordinasi.

Baca Juga: Paula Verhoeven Melahirkan Anak Kedua, Sejumlah Rekan Artis Merasa Kena Tipu Baim Wong, Kenapa?

Dari hasil pertemuan, ada beberapa langkah yang bakal dilakukan, pertama pemetaan titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebocoran.

“Sudah diidentifikasi setidaknya ada lima titik tadi. Kedua, disepakati ada sistem mitigasinya. Jadi kalau ada, terjadi peristiwa lagi, siapa berkoordinasi dengan siapa, dan melakukan apa itu sudah jelas. Jangan sampai pelayanan terganggu lama,” kata Bima.

Ketiga, disepakati untuk melakukan koordinasi intens antara Perumda Tirta Pakuan dengan pelaksana proyek rel ganda.

Baca Juga: Hotel Milik Mantan Presiden AS Donald Trump Rugi Jutaan Dolar Selama Masa Jabatannya

“Sehingga kalaupun terjadi sesuatu hal untuk mengkomunikasikannya ke publik bisa lebih cepat, sehingga publik bisa langsung tahu apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

“Jadi ada pemetaan, ada identifikasi, ada langkah-langkah apa yang sudah dilakukan, jadi saat ada titik yang dapat menimbulkan persoalan bisa dikerjakan agar bisa terantisipasi,” sambungnya.***

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x