Wakapolda Jabr Eddy Ungkap Beda Operasi Ketupat: Dulu Kendaraan Diperlancar, Sekarang Disekat

- 7 Mei 2021, 08:46 WIB
Wakapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro Tambunan saat meninjau Pospam Kota Bogor, Kamis 6 Mei 2021
Wakapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro Tambunan saat meninjau Pospam Kota Bogor, Kamis 6 Mei 2021 /Chris Dale/Isu Bogor

ISU BOGOR – Wakapolda Jabar Brigjen Eddy Sumitro Tambunan mengatakan ada perbedaan antara Operasi Ketupat 2021 di masa pandemi Covid-19 dengan Operasi Ketupat sebelum-sebelumnya.

Kata dia, dulu ribuan polisi ditugaskan di sepanjang jalan untuk memperlancar arus mudik, tetapi saat ini petugas disiagakan sebaliknya guna melakukan penyekatan.

“Pokoknya kita sekarang tujuannya menyelamatkan masyarakat untuk mencegah covid. Bukan memperlancar arus, beda dengan tahun-tahun dulu,” kata Brigjen Eddy, ditemui di Bogor, Kamis 6 Mei 2021.

Baca Juga: CEO YG Entertainment Hwang Bo Kyung Dikecam Lakukan Perdagangan Orang Dalam 

Untuk itu, kata dia, saat ini ada 158 titik penyekatan di Jawa Barat. Hingga Kamis kemarin, 17.000 kendaraan terjaring dan sebanyak 5.000 lebih kendaraan diputar balik. Eddy juga tidak menampik banyaknya antrean kendaraan di titik-titik penyekatan.

“Makanya ada penyekatan, itu kadang ada yang ngantri. Ya kalau tidak mau disekat, tidak mau ngantri, ya jangan keluar! Sudah ada yang memerintah gak usah keluar, jangan mudik,” tambahnya.

Hari pertama penyekatan di Bogor, ratusan kendaraan terjaring di kota dan kabupaten Bogor. Dari 6 titik penyekatan di Kota Bogor, Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro menuturkan ada 471 kendaraan yang terjaring.

Baca Juga: Wali Kota Bogor Bima Arya Terus Ingatkan Warganya Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan 

“Dari 471 kendaraan itu, sejumlah 137 kendaraan roda Empat dan 35 kendaraan roda dua diputar balik oleh petugas gabungan,” paparnya.

Susatyo menyebut dengan jumlah ratusan yang teridentifikasi hendak mudik, maka operasi penyekatan akan semakin diintensifkan dan diperketat.

Ratusan kendaraan yang dipaksa putar balik diantaranya ada juga yang berplat nomor F atau serupa dengan plat nomor Bogor, menurut Susatyo kendaraan yang diputar balik itu merupakan kendaraan asal Sukabumi dan Cianjur.

Baca Juga: Bogor Diguyur Hujan Deras, Cibinong Dikepung Banjir hingga Menimbulkan Kemacetan di Sejumlah Ruas Jalan 

“Kendaraan itu karena masuk aturan Aglomerasi, mereka di luar wilayah Jabodebek. Jadi kami putar balik, meski plat nomornya sama F,” ucap Susatyo.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Dicky Anggi Pranata mengatakan, Kamis kemarin terjaring 1.884 kendaraan diperiksa petugas gabungan di delapan titik perbatasan Kabupaten Bogor.

“Dini hari tadi kita periksa 321, 30 diantaranya kita putar bali dan dua travel gelar kita ambil tindakan pelanggar dan kita amankan,” kata Dicky.***

 

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x