LINK PP Turunan UU Cipta Kerja, Perusahaan Bisa PHK Buruh Tanpa Pesangon Penuh

- 22 Februari 2021, 19:57 WIB
Ilustrasi PHK./
Ilustrasi PHK./ /

Sementara itu, dijelaskan bahwa waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam selama sepekan untuk 6 hari kerja dalam satu minggu.

Atau disebut pula 8 jam sehari dan 40 jam satu minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Atau, waktu kerja pada hari istirahat mingguan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Berdasakan pasal 20, dijelaskan bahwa setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja.

Baca Juga: PHK Besar-Besaran di BCA, Simak Faktanya

Adapun waktu kerja 40 jam sepekan (6 hari kerja) dan 8 jam sehari atau 40 jam untuk 5 hari kerja tidak berlaku bagi sektor usaha tertentu.

Berikutnya berdasarkan yang tertulis pada pasal 21, pengusaha yang mempekerjakan karyawan/buruh wajib memberikan waktu istirahat mingguan. Diantaranya adalah istirahat 1 hari untuk 6 hari kerja atau dua hari untuk 5 hari kerja.

Pada pasal 25 terkait waktu kerja lembur, dijelaskan hanya dapat dilakukan paling lama 4 jam dalam satu hari atau 18 jam sepekan.

Sementara itu pada pasal 26, pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja, wajib membayar upah kerja lembur.

Sementara itu, upah kerja lembur ini diatur dalam pasal 30, yaitu jam kerja lebur pertama sebesar 1,5 kali upah sejam, sementara untuk setiap jam kerja lembur berikutnya sebesar 2 kali upah satu jam.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah