Pria Tendang Sesajen Semeru Rendah Adat dan Adab, Tigor Otadan Indigo Sebut Lebih dari Iblis

- 13 Januari 2022, 21:05 WIB
Pria Tendang Sesajen Semeru Rendah Adat dan Adab, Tigor Otadan Indigo Sebut Lebih dari Iblis
Pria Tendang Sesajen Semeru Rendah Adat dan Adab, Tigor Otadan Indigo Sebut Lebih dari Iblis /YouTube Viper Kediri

ISU BOGOR - Tigor Otadan, Indigo asal Kediri menyebut pria yang menendang sesajen di kawasan Gunung Semeru rendah adat dan adab.

"Kalau tidak percaya biarkan, harus menghargai dong," kata Tigor Otadan di Channel YouTube Viper Kediri, Kamis 13 Januari 2022.

Bahkan, Tigor Otadan saking kesalnya terhadap ulah pria yang menendang sesajen itu dengan sebutan sinting dan lebih dari iblis.

Baca Juga: Anak Indigo Tigor Otadan Terawang Pria Tendang Sesajen Semeru Akan Kena Karma Besar: Pasti Itu Terjadi

"Mungkin dia yang sinting, ngopi ne kurang," kata Tigor Otadan mencibir pria tendang sesajen Semeru yang viral di media sosial akhir pekan lalu.

Tigor Otadan berharap dengan kejadian ini, kedepannya semua masyarakat untuk belajar saling menghargai.

"Kita saling toleransi, kalaupun jenengan ndak percaya ya sudah diam saja ndak usah berkoar-koar, ndak usah melakukan yang semena-mena," ungkap Tigor Otadan.

Baca Juga: Anak Indigo Tigor Otadan Ramal Model Ajang Pencarian Bakat Berpulang 2022: Dia Blasteran Cantik

Dalam kesempatan itu, Tigor Otadan menyebut sikap pria yang menendang sesajen di Semeru ini menunjukan kepribadiannya sendiri.

"Katanya untuk setan lah jin lah, ternyata orang si pelaku ini lebih dari iblis, salah banget," kata Tigor Otadan.

Sekadar diketahui, belakangan ini sebuah video pria tendang sesajen Semeru viral di media sosial yang diunggah oleh akun Twitter @setiawan3833 pada Sabtu 8 Januari 2022.

Baca Juga: Ramal Artis Meninggal 2022, Anak Indigo Tigor Otadan Ungkap Sosok yang Cukup Muda Akan Kehilangan Suami

Video itu menunjukkan seorang pria menendang sesajen yang diduga ruwatan milik warga.

Tindakan seorang pria yang diduga merupakan relawan bencana itu menuai kecaman dari sejumlah kalangan.

Tindakan itu dianggap dapat merusak kerukunan dan toleransi beragama di Jawa Timur.***

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x