Selama PPKM Level 4, Kunjungan Mal di Bogor Anjlok 90 Persen dan Banyak Tenant Gulung Tikar

- 10 Agustus 2021, 20:35 WIB
Pengunjung mal Botani, Kota Bogor masih nampak sepi pengunjunh di Lebaran pertama, Kamis 13 Mei 2021
Pengunjung mal Botani, Kota Bogor masih nampak sepi pengunjunh di Lebaran pertama, Kamis 13 Mei 2021 /Chris Dale/Isu Bogor

ISU BOGOR – Pusat perbelanjaan dan mal Kota Bogor belum bisa beroperasi dengan diperpanjangnya PPKM Level 4. Dampak tidak beroperasi secara maksimal layanan di mal, mengakibatkan penurunan kunjungan hingga 90%.

Chief Marketing Communication (Marcomm) Mal BTM Chatarina Intan juga mengakui, kondisi mal yang telah tutup selama sebulan itu tergolong berat bagi manajemen. Ia tak menampik dengan kunjungan yang terus merosot.

“Hampir 90 persen jumlah kunjungan berkurang. Padahal, biasanya BTM menjadi mal yang paling banyak dikunjungi masyarakat di Kota Bogor,” paparnya, Selasa 10 Agustus 2021.

Baca Juga: PPKM Level 4, Ade Yasin Klaim Angka Kasus Covid-19 Kabupaten Bogor Turun 40 Persen 

Kata dia, dalam waktu normal kunjungan bisa mencapai 50.000 orang. Untuk saat ini, untuk mencapai 5.000 pengunjung per hari pun cukup sulit.

Kini, kunjungan hanya didominasi oleh para driver ojek online (ojol). Sisanya, warga-warga yang sengaja melintas dan ingin membawa pulang makanannya. Secara otomatis, penurunan itu berdampak terhadap turunnya pendapatan tenant hingga mal secara keseluruhan.

“Tenant besar saja di dalam mal harus tutup dulu, karena mereka berat di operasionalnya, termasuk SDM. Bagi kami semua mal, kondisi ini memang sangat berat. Para pedagang tenant juga sudah pada teriak semua, karena kekhawatiran terlalu lama tutup, barang tenant bisa rusak,” katanya.

Baca Juga: Vaksin Hanya Efektif Bagi Orang yang Belum Pernah Terpapar COVID-19, Begini Faktanya 

Chintan ini juga mengakui, kondisi ini tak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya. Beruntung, ia belum mendapati ada sinyal-sinyal dari tenant yang bakal gulung tikar. Kemungkinan itu baru bisa diprediksi setelah tenant diperbolehkan buka kembali.

“Kalau pemerintah membolehkan buka, kami menyambut dengan senang hati. Tapi kalau belum boleh, ya mau gak mau kita mencari jalan lain untuk membantu tenant-tenant secara online,” harapnya.

Communication Plaza Lippo Ekalokasari, Fauzan menjelaskan, hanya tenant pangan dan obat-obatan yang bisa dibuka di dalam mal. Sementara, pembeli hanya bisa membawa pulang makanan atau minuman itu. Dine in atau makan di tempat belum diperbolehkan di dalam lingkungan mal.

Baca Juga: WHO Keluarkan Peringatan Darurat: Pria Meninggal Saat Virus Baru yang Sangat Menular Teridentifikasi 

Fauzan mengakui, sudah sejak awal mengalami penurunan kunjungan selama pandemi. Penerapan PPKM semakin menekan kunjungan tersebut. Manajemen mal terpaksa memaksimalkan layanan secara daring atau online agar tenant  di dalamnya tetap bisa bernapas.

Penerapan PPKM memang tak bisa dihindari. Ia menyadari, pentingnya pembatasan itu untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kota Bogor. Bukan hanya wilayah Bogor saja yang terdampak PPKM, melainkan wilayah lainnya di luar Pulau Jawa dan Bali juga terkena imbas pembatasan itu.

“Sebenarnya, kalau dibilang berat, ya berat. Akan tetapi, karena menimbang ada peningkatan Covid-19 yang cukup drastis ini, ya mau tidak mau dilakukan PPKM supaya pemulihan pandemi ini bisa teratasi,” ungkapnya.***

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x