BPK Warning Bima Arya soal Kinerja Penanganan Covid-19 Kota Bogor

6 Januari 2021, 20:21 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya saat mendengarkan hasil laporan pemeriksaan BPK Provinsi Jawa Barat.* //Prokompim Kota Bogor

ISU BOGOR - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat memberikan peringatan atau warning kepada Wali Kota Bogor Bima Arya terkait kinerja penanganan COVID-19 di Kota Bogor.

Perwakilan Kepala BPK Provinsi Jawa Barat, Agus Taufik menjelaskan, meski hasil pemeriksaan kinerja penanganan pandemi COVID-19 di Kota Bogor berjalan efektif diharapkan tetap dijadikan sebagai warning.

"Dari empat tahapan yang diaudit, BPK menilai pada intinya pengelolaan manajemen Covid19 yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor cukup efektif," kata Agus dalam laporan penyampaian hasil evaluasi secara virtual yang diikuti Wali Kota Bogor Bima Arya dan jajarannya di Balaikota Bogor, Rabu 6 Januari 2021.

Baca Juga: Dedie Rachim Gantikan Bima Arya Jadi Orang Pertama di Bogor yang Disuntik Vaksin COVID-19

Hasil dari pemeriksaan keempat aspek tersebut, lanjut Agus, diharapkan menjadi warning atau peringatan bagi Wali Kota Bogor dan jajaran Pemkot Bogor untuk dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga kedepannya menjadi lebih baik.

"Namun demikian, kami meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diminta untuk menindaklanjuti rekomendasi selama 60 hari terhitung mulai hari ini sehingga kedepannya akan memberikan manfaat," katanya.

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan dijalan secara sistematika yang dibagi dalam 5 tahapan, terdiri dari pemeriksaan, tujuan dan sasaran, lingkup pemeriksaan, proses pemeriksaan dan kesimpulan.

Baca Juga: Bogor Tangguhkan Pembelajaran Tatap Muka, Bima Arya: Nasib Generasi Masa Depan Harus Kita Jaga

Untuk pemeriksaan dibagi menjadi dua, yaitu pendahuluan pada 10 hingga 20 September 2020 dan pemeriksaan terinci pada 15 Oktober sampai dengan 13 November 2020.

Outputnya berupa laporan hasil pemeriksaan yang disampaikan pada kegiatan yang dilaksanakan secara virtual.

"Adapun tujuan pemeriksaan yang dilaksanakan untuk menilai efektivitas dalam penanganan pandemi Covid19 bidang kesehatan dengan empat sasaran, yakni testing, tracing, treatment, edukasi dan sosialisasi," kata Agus.

Baca Juga: Malam Pergantian Tahun di Kota Bogor Kondusif, Bima Arya: Terimakasih Warga yang Sudah Patuh  

Dalam kesempatan yang Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan hasil evaluasi dari pemeriksaan tersebut akan menjadi landasan Pemkot Bogor melakukan penguatan dalam pelaksanaan aspek testing, tracing, treatment, edukasi dan sosialisasi.

"Insya Allah ini akan menjadi rujukan bagi saya selaku kepala daerah serta jajaran Pemerintah Kota Bogor dalam rangka pembenahan dan perbaikan kedepan," kata Bima Arya.

Pada prinsipnya empat aspek yang menjadi fokus evaluasi dari BPK, tegas Bima Arya menjadi landasan Pemkot Bogor dalam upaya penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dirinya sejak awal sudah meminta untuk memiliki formula antisipatif dalam konteks menyiapkan skenario terburuk, apa yang harus dilakukan terkait empat aspek tersebut.

Baca Juga: Malam Tahun Baru, Bima Arya Adakan Doa Bersama hingga Patroli Bubarkan Kerumunan

Sebab, menurutnya hal tersebut tidak bisa mendadak dan harus bisa diprediksi.

"Usaha maksimal yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor pada perjalanan dan pelaksanaannya terdapat titik lemah dan kendala yang sifatnya dua hal, yaitu administratif dan kapasitas," sebutnya.

Untuk administratif, misalnya Pemkot Bogor melakukan akselerasi untuk menambah kapasitas PCR, pengadaan laboratorium dan sebagainya.

Namun tetap mengikuti kaidah-kaidah dan prosedur yang harus tetap dipenuhi dan hal ini memerlukan waktu hingga akhirnya berdampak pada penyerapan.

"Untuk kapasitas, kami mengakui SDM yang ada terbatas," ungkapnya.***

Editor: Iyud Walhadi

Tags

Terkini

Terpopuler