DK PBB Resmi Adopsi Resolusi Gencatan Senjata di Gaza yang Diusulkan AS

- 11 Juni 2024, 20:32 WIB
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara resmi mengadopsi resolusi gencatan senjata di Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara resmi mengadopsi resolusi gencatan senjata di Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat. /Foto/IRNA

ISU BOGOR – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara resmi mengadopsi resolusi gencatan senjata di Gaza yang diusulkan oleh Amerika Serikat. Resolusi ini bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari delapan bulan di Gaza dan menetapkan gencatan senjata di wilayah Palestina yang terkepung.

Resolusi ini, yang disetujui tanpa veto dari anggota tetap dan tidak tetap DK PBB kecuali satu abstain dari Rusia, diadopsi pada Senin sore waktu setempat (10 Juni). Resolusi Dewan Keamanan 2735 terdiri dari tujuh paragraf, yang mengingat kembali seluruh resolusi yang relevan mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk Palestina, dan menekankan pentingnya upaya diplomasi yang berkelanjutan oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat untuk mencapai gencatan senjata komprehensif di Gaza.

Menurut AS, proposal gencatan senjata baru yang diumumkan pada 31 Mei telah diterima oleh Israel dan diharapkan juga diterima oleh Hamas, dengan seruan agar kedua belah pihak melaksanakan persyaratannya dalam tiga fase tanpa penundaan.

Baca Juga: Genosida di Gaza, Sekjen PBB: Israel Masuk Daftar Hitam Pembunuh Anak-Anak

Fase pertama dari resolusi ini menyerukan gencatan senjata awal selama enam minggu serta pertukaran tawanan antara Israel dan Palestina. Resolusi ini juga mencakup pemulangan warga sipil Palestina ke rumah mereka, terutama di wilayah utara Gaza, serta distribusi bantuan kemanusiaan yang aman dan efektif di seluruh Gaza.

Fase kedua meliputi gencatan senjata permanen dan pembebasan tawanan yang tersisa, serta penarikan total pasukan Israel dari Gaza. Sementara itu, fase ketiga akan berfokus pada rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur dan pengembalian jenazah semua sandera kepada keluarga mereka.

Resolusi tersebut menekankan pentingnya para pihak mematuhi ketentuan proposal setelah perjanjian dicapai dan meminta semua negara anggota PBB untuk mendukung implementasinya. Resolusi ini juga menolak segala upaya perubahan demografis atau teritorial di Jalur Gaza.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan pada 31 Mei selama kampanye pemilihannya bahwa Israel telah mengajukan proposal baru untuk gencatan senjata dan pertukaran tahanan, yang disampaikan kepada Hamas melalui Qatar. Biden meminta semua pihak untuk tidak melewatkan kesempatan ini dan mencapai kesepakatan atas usulan tersebut.

Baca Juga: Situasi di Gaza Makin Memburuk, PBB: Tidak Ada Lagi Rumah Sakit yang Beroperasi

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah