DK PBB Mengheningkan Cipta untuk Presiden Iran, Israel Malah Mengecam

- 21 Mei 2024, 12:33 WIB
Dubes Israel untuk PBB, Gilad Erdan, meluapkan kemarahan dan kekecewaannya terhadap DK PBB setelah mereka mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Dubes Israel untuk PBB, Gilad Erdan, meluapkan kemarahan dan kekecewaannya terhadap DK PBB setelah mereka mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati Presiden Iran Ebrahim Raisi. /Foto/IRNA

ISU BOGOR - Duta Besar (Dubes) Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gilad Erdan, meluapkan kemarahan dan kekecewaannya terhadap Dewan Keamanan PBB setelah mereka mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, dan rekan-rekan mereka yang tewas dalam kecelakaan helikopter tragis di wilayah barat laut Iran.

Menurut laporan kantor berita Iran IRNA, Erdan menggunakan kata-kata yang tajam dan penuh emosi dalam pernyataannya pada hari Senin waktu setempat.

"Dewan Keamanan PBB mengheningkan cipta selama satu menit hari ini untuk mengenang Presiden Iran! Apa tindakan Dewan Keamanan selanjutnya? Mengheningkan cipta selama satu menit untuk ulang tahun ini?" kata Erdan dengan nada sarkastis, mempertanyakan keputusan Dewan Keamanan yang dianggapnya tidak pantas.

Erdan, yang telah bersikap kritis terhadap anggota PBB yang dianggapnya anti-Israel sejak awal konflik di Gaza, mengklaim bahwa tindakan Dewan Keamanan ini hanya menjadi ancaman bagi perdamaian global. "Dewan Keamanan hanya menjadi ancaman bagi perdamaian global," tegasnya.

Baca Juga: Presiden Iran Tewas dalam Kecelakaan Helikopter, Suriah dan Lebanon Umumkan 3 Hari Berkabung Nasional

Dalam aksinya yang penuh kontroversi, Erdan juga membawa plakat yang menentang Martir Raisi dan memajangnya di ruang publik Majelis Umum PBB selama beberapa detik sebagai bentuk protes.

Para anggota Dewan Keamanan PBB memulai pertemuan mereka pada hari Senin dengan mengheningkan cipta untuk menghormati Presiden Raisi dan Menteri Luar Negeri Amirabdollahian, serta rekan-rekan mereka yang kehilangan nyawa dalam insiden tragis tersebut.

Tindakan ini dimaksudkan sebagai penghormatan atas nyawa yang hilang, namun memicu reaksi keras dari perwakilan Israel.***

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah