ICC Ajukan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu dan Gallant atas Kejahatan Perang di Gaza

- 20 Mei 2024, 22:12 WIB
ICC mengumumkan pengajuan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant.
ICC mengumumkan pengajuan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant. /Foto/Anadolu Agency

ISU BOGOR – Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Karim Ahmad Khan, mengumumkan pengajuan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant. Langkah ini diambil dalam konteks penyelidikan Situasi Negara Palestina.

Khan mengungkapkan bahwa pengajuan surat perintah tersebut dilakukan di hadapan Pra-Peradilan Kamar I ICC. Berdasarkan bukti yang dikumpulkan dan diperiksa oleh kantornya, ia menyatakan bahwa ada alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa Netanyahu dan Gallant bertanggung jawab secara pidana atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Negara Palestina, khususnya di Jalur Gaza, paling lambat hingga 8 Oktober 2023.

“Kejahatan ini, menurut penilaian kami, berlanjut hingga hari ini,” ujar Khan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa tindakan yang diduga melanggar hukum internasional tersebut masih terjadi hingga saat ini.

Baca Juga: Presiden Iran Tewas dalam Kecelakaan Helikopter, Suriah dan Lebanon Umumkan 3 Hari Berkabung Nasional

Pengajuan surat perintah penangkapan ini menandai langkah signifikan dalam upaya internasional untuk menegakkan keadilan atas dugaan pelanggaran yang terjadi di wilayah konflik. Langkah ini juga menunjukkan bahwa ICC terus memantau dan menindaklanjuti situasi di Palestina dengan serius.

Reaksi terhadap pengumuman ini diperkirakan akan beragam. Pihak berwenang Israel kemungkinan akan menolak legitimasi ICC untuk menyelidiki atau menuntut pejabat Israel, mengingat Israel bukan anggota ICC. Namun, pengajuan ini tetap menambah tekanan internasional terhadap Israel mengenai kebijakannya di wilayah Palestina.

Kasus ini juga akan menjadi ujian bagi ICC dalam menegakkan hukum internasional terhadap tokoh-tokoh politik dan militer dari negara-negara yang tidak mengakui yurisdiksinya. Meskipun kemungkinan penangkapan Netanyahu dan Gallant rendah tanpa kerja sama dari Israel, pengajuan surat perintah penangkapan ini menegaskan komitmen ICC terhadap akuntabilitas dan keadilan internasional.***

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah