Tentara Myanmar Tangkap 18 Petugas Medis Karena Rawat Teroris

- 24 November 2021, 17:32 WIB
Tentara Burkina Faso berpatroli di dekat kendaraan lapis baja Prancis yang diparkir di Kaya, ibu kota wilayah utara-tengah Burkina Faso, setelah orang-orang memprotes lewatnya konvoi besar tentara Prancis yang transit ke negara tetangga Niger, 20 November 2021.
Tentara Burkina Faso berpatroli di dekat kendaraan lapis baja Prancis yang diparkir di Kaya, ibu kota wilayah utara-tengah Burkina Faso, setelah orang-orang memprotes lewatnya konvoi besar tentara Prancis yang transit ke negara tetangga Niger, 20 November 2021. /Reuters

ISU BOGOR - Tentara Myanmar menangkap 18 petugas medis karena merawat teroris di gereja.

Pasukan melakukan penangkapan selama penggerebekan pada hari Senin di sebuah gereja di Loikaw di negara bagian Kayah timur, di mana mereka menemukan 48 pasien yang menerima perawatan, tujuh menderita COVID-19.

"Sudah diketahui bahwa perawatan medis tidak resmi diberikan kepada orang-orang yang terluka dan pasien dari organisasi teroris," ujar juru bicara junta.

Baca Juga: Siswa SMA di Korea Utara Dapat Hukuman Berat Usai Nonton Squid Game Diam-Diam

Baca Juga: CVS, Walgreens, dan Walmart Bertanggung Jawab Izinkan 140 Juta Resep Obat di 2 Kabupaten Ohio

Baca Juga: Tagar Scammys dan BTS Already Win Trending Twitter di Seluruh Dunia Karena Grup Hanya Terima 1 Nominasi Grammy

Laporan itu tidak menyebutkan nama organisasi tersebut. Dikatakan 18 petugas medis yang ditangkap akan ditangani sesuai dengan hukum.

Sistem perawatan kesehatan Myanmar hampir runtuh sejak tentara menggulingkan pemerintah terpilih dalam kudeta 1 Februari.

Banyak pekerja medis bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil dan menolak bekerja di rumah sakit yang dikelola militer sebagai protes atas aturan junta.

Halaman:

Editor: Aulia Salsabil Syahla

Sumber: The Sun


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X