Vanuatu Serang Indonesia soal HAM Papua, Ferdinand Hutahaean: Kita Punya Harga Diri!

- 26 September 2021, 21:32 WIB
Vanuatu Serang Indonesia soal HAM Papua, Ferdinand Hutahaean: Kita Punya Harga Diri!
Vanuatu Serang Indonesia soal HAM Papua, Ferdinand Hutahaean: Kita Punya Harga Diri! /Youtube United Nation/

ISU BOGOR - Mantan Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen menilai sikap Vanuatu yang selalu menyerang Indonesia terkait isu HAM di Papua adalah kepanjangan tangan dari Australi. Sehingga kata dia sudah benar sikap Presiden Jokowi menolak kunjungan PM Australia.

"Vanuatu itu sub ordinat Australia. Sudah benar Presiden menolak rencana kunjungan PM Australia," ungkap Ferdinand Huathaean menanggapi soal berita Vanuatu yang tak henti-hentinya menyindir dan menyerang Indonesia di PBB terkait HAM Papua.

Bahkan, kata Ferdinand mengkaitkan isu soal Vanuatu yang mengangkat HAM Papua di PBB ada kaitannya dengan Australia.

Baca Juga: Vanuatu Paling Terancam Perubahan Iklim, Bob Loughman Minta Pendapat Pengadilan Internasional

"Isu soal Papua dan soal Kapal Selam Nuklir mmg harus diberi pelajaran berharga. Kita punya harga diri..!!," kata Ferdinand.

Sementara itu, seperti dilansir Antara, Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap RI di New York, Sindy Nur Fitri, saat mewakili Indonesia di rangkaian Sidang Umum PBB, menyampaikan tanggapan terhadap tuduhan-tuduhan yang dilayangkan oleh Vanuatu menyangkut isu hak asasi manusia di Papua.

Dalam rekaman Sidang Umum PBB yang diakses dari kanal YouTube Kementerian Luar Negeri RI pada Minggu, Sindy mengatakan bahwa Vanuatu terus mengusik kedaulatan negara lain dan terus menggencarkan tuduhan agresif dengan niatan yang buruk dan dasar politik terhadap Indonesia.

Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia Skakmat PM Vanuatu Soal Papua, Silvany: Berhentilah Berfantasi

Vanuatu berusaha untuk membuat dunia terkesan dengan apa yang disebut sebagai kekhawatiran terhadap isu HAM. Kenyataannya, HAM versi mereka gagal untuk menyoroti tindakan teror yang tak manusiawi dan keji, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis kriminal bersenjata,” papar Sindy.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network