Hampir 170 Warga Palestina Terluka, Puluhan Mati Lemas Akibat Gas Air Mata Pasukan Israel

- 31 Juli 2021, 10:09 WIB
Hampir 170 Warga Palestina Terluka, Puluhan Mati Lemas Akibat Gas Air Mata Pasukan Israel
Hampir 170 Warga Palestina Terluka, Puluhan Mati Lemas Akibat Gas Air Mata Pasukan Israel /Reuters/ Mussa Qawasma

ISU BOGOR - Kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan 170 warga Palestina mengalami dalam sehrangan pasukan Israel di dekat kota Nablus, Tepi Barat.

Bahkan 29 warga Palestina lainnya dikabarkan mengalami luka tembak terkena peluru timah panas dan berlapis karet dan puluhan lainnya mati lemas akibat gas air mata yang ditembakan pasukan Israel dalam menghadang para demonstran.

Kekerasan pecah setelah salat Jumat ketika pasukan rezim Israel menembaki warga Palestina yang memprotes pembangunan pos pemukiman di Jabal Sabih di kota Beita, selatan Nablus, menurut media Palestina.

Baca Juga: Kutuk Israel, Save The Children: Tiga Anak Palestina Tewas Ditembak di Dada, Leher dan Punggung

"168 cedera terjadi selama konfrontasi dengan pasukan pendudukan, termasuk 5 dengan peluru tajam, 24 dengan peluru logam berlapis karet, sementara 132 lainnya menderita sesak napas akibat pasukan Israel menembakkan granat gas air mata, sementara tujuh lainnya terluka," kata Ahmed Jibril, direktur ambulans dan layanan darurat di Bulan Sabit Merah di Nablus.

Sumber lokal Palestina mengatakan kepada Ma'an bahwa konfrontasi meletus di tiga lokasi dengan pasukan pendudukan di Persimpangan Beita, Jabal Sabih, dan daerah al-Houte.

Sumber tersebut menambahkan bahwa pasukan pendudukan menggunakan pesawat tak berawak untuk menjatuhkan tabung gas air mata ke warga Palestina.

Baca Juga: Pasukan Israel Tahan 10 Warga Palestina dalam Serangan di Tepi Barat

Pos terdepan pemukiman Eviatar dekat Nablus selama dua bulan terakhir telah menjadi salah satu titik fokus bentrokan antara pemukim yang didukung oleh pasukan rezim dan Palestina.***

Editor: Iyud Walhadi


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x