Dikurung Malah Membuat Terdakwa Menderita Bipolar, Diberi Kesempatan Membela Diri Dalam Persidangan

- 23 Juli 2021, 22:05 WIB
Inilah 3 gejala pada pria yang mengalami depresi
Inilah 3 gejala pada pria yang mengalami depresi /Pixabay / HolgersFotografie

ISU BOGOR - Terdakwa kerusuhan di Capitol AS yang dijuluki 'QAnon Shaman' dikabarkan menderita bipolar setelah lama dikurung dalam tahanan.

Kerusuhan di Capitol pada Rabu, 6 Januari 2021 melibatkan Jacob Chansley alias Qanon Shaman yang kini diungkap pengacaranya berpenyakit skizofrenia sementara, gangguan bipolar, depresi dan kecemasan.


Dalam sebuah wawancara, pengacara Chansley, Albert Watkins mengatakan bahwa pejabat di Biro Penjara federal (BOP) telah mendiagnosis kliennya Jacob Chansley yang menyatakan penyakit kliennya itu.

Baca Juga: Spanduk Pembunuhan Presiden Haiti Dipampang: Mereka Membunuh Tubuh, Tetapi Mimpi Tidak Akan Pernah Mati

Temuan BOP, yang belum dipublikasikan, menunjukkan kondisi mental Chansley memburuk karena stres ditahan di sel isolasi di sebuah penjara di Alexandria, Virginia.

"Ketika dia menghabiskan lebih banyak waktu di sel isolasi ... penurunan ketajamannya terlihat, bahkan untuk mata yang tidak terlatih," kata Watkins dalam sebuah wawancara pada hari Kamis, 22 Juli 2021.

Dia mengatakan catatan kesehatan mental Chansley tahun 2006 dari waktunya di Angkatan Laut AS menunjukkan diagnosis yang mirip dengan BOP.

Seorang juru bicara kantor Kejaksaan AS menolak mengomentari kasus tersebut.

Watkins tidak mengatakan apa yang Chansley pertimbangkan untuk mengaku bersalah jika benar-benar diberi kesempatan membela diri di persidangan.

Halaman:

Editor: Chris Dale

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X