Basarnas: Pencarian Orang Hilang Terkendala Alat karena Banyak Bebatuan Besar dan Cuaca NTT

- 7 April 2021, 22:21 WIB
Dokumentasi: Banjir bandang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. /Antara/Handout

ISU BOGOR - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Muda (Marsda) TNI Henri Alfiandi menjelaskan pihaknya hingga saat ini terus berupaya mengirimkan personil ke lokasi bencana paska banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kita menambah kekuatan untuk mempercepat pencarian orang-orang yang dinyatakan hilang. Pada hari ini kita sudah menambahkan personil di Larantuka sebanyak 18 personil inti, kemudian di Lembata 16 orang, Adonara Timur 16 orang," jelas Henri dalam keterangan pers virtual yang digelar pada Rabu malam 7 April 2021.

Lebih lanjut, pihaknya juga sedang berupaya untuk bisa kembali memberangkat kapal, namun higga saat ini masih belum memungkinkan karena tinggi gelombang.

Baca Juga: BMKG: Siklon Tropis Mulai Jauhi Indonesia, Waspada Dampak Tak Langsung di Jateng, DIY, Jatim, Bali dan NTB

Baca Juga: BNPB: Total Meninggal Dunia Akibat Bencana di NTT Sebanyak 138 Orang dan 61 Hilang

"Kemudian pemberangkatan Kapal yang dari Kupang, sampai saat ini belum bisa diberangkatkan karena tinggi gelombang yang masih belum memungkinkan kapal tersebut uuntuk bisa diberangkat ke Flores," katanya.

Adapun pemberangkat personil lainnya, selain melalui jalur laut, tim juga sudah ada yang berangkat melalu jalur udara yakni menggunakan pesawat Garuda dari makasar.

"Fasilitasnya dari BNPB dan kantor pusat Basarnas juga diberangkatkan lagi sebanyak 10 orang menggunakan pesawat CN tujuannya langsung ke Larantuka," jelansya.

Adapun kendala di lapangan, tim SAR mengaku kesulitan karena kondisi bebatuan sangat banyak dan besar.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X