Varian Omicron Muncul di Tengah Vaksinasi Dosis Lengkap, Ini Penjelasannya

- 29 November 2021, 15:22 WIB
Varian Omicron Muncul di Tengah Vaksinasi Dosis Lengkap, Ini Penjelasannya
Varian Omicron Muncul di Tengah Vaksinasi Dosis Lengkap, Ini Penjelasannya /Pixabay/Edward Jenner

ISU BOGOR - Munculnya Omicron telah memicu spekulasi luas bahwa ia mungkin lebih tahan terhadap vaksin Covid-19 daripada varian yang ada, termasuk Delta. Tapi apa artinya itu bagi rata-rata orang yang sudah divaksinasi ganda atau dosis lengkap?

Semua vaksin yang saat ini tersedia di Inggris bekerja dengan melatih sistem kekebalan melawan protein lonjakan virus corona – kunci yang digunakannya untuk menginfeksi sel dengan mengikat reseptor ACE2.

Dilansir dari The Guardian, varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein ini, termasuk 10 dalam apa yang disebut “domain pengikat reseptor” (RBD) – bagian spesifik yang menempel pada reseptor ini. Delta memiliki dua mutasi RBD.

Baca Juga: Varian Omicron Mewabah, Epidemiolog Universitas Indonesia: Imunitas Populasi Mampu Menahan

Namun, bahkan dengan semua perubahan ini, masih akan ada area (epitop) di mana antibodi dan sel T – yang tumbuh sebagai respons terhadap infeksi atau vaksinasi sebelumnya – dapat merespons.

“Jika Anda menuliskan mutasi pada gambar struktur kristal protein lonjakan, dan menghubungkannya dengan semua aktivitas antibodi utama yang kita ketahui, itu tampak agak menakutkan – seperti, sebagian besar target antibodi penetralisir utama Anda akan menjadi hancur berkeping-keping, jadi apa yang tersisa dari perlindungan kekebalanmu?” kata Danny Altmann, profesor imunologi di Imperial College London.

“Namun, suara yang kami dapatkan dari Afrika Selatan tampaknya mengatakan bahwa itu tidak terlihat parah, dan orang-orang yang pergi ke rumah sakit adalah yang tidak divaksinasi, bukan divaksinasi, seolah-olah vaksinasi masih membeli [mereka ] beberapa penutup.”

Baca Juga: Varian Omicron Tebar Ketakutan saat 13 Penumpang Pesawat dari Afrika Selatan Dinyatakan Positif di Amsterdam

Lalu ada sel T – sel kekebalan yang mengenali dan menyerang sel yang terinfeksi virus, dan mendidik sel B penghasil antibodi tentang risiko virus yang mereka hadapi.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi

Sumber: The Guardian


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network