JS Khairen Ungkap Fenomena Pesulap Merah: Perwujudan dari Ucapan Tan Malaka ?

- 14 Agustus 2022, 13:29 WIB
Penulis novel JS Khairen membongkar fenomena Pesulap Merah yang diperankan Marcel Radhival hingga ramai diperbincangkan publik. Bahkan ia mengkaitkan nama tersebut dengan ucapan pejuang kemerdekaan, Tan Malaka.
Penulis novel JS Khairen membongkar fenomena Pesulap Merah yang diperankan Marcel Radhival hingga ramai diperbincangkan publik. Bahkan ia mengkaitkan nama tersebut dengan ucapan pejuang kemerdekaan, Tan Malaka. /Instagram JS Khairen
ISU BOGOR - Penulis novel JS Khairen membongkar fenomena Pesulap Merah yang diperankan Marcel Radhival yang belakangan ini ramai diperbincangkan karena mengungkap kebohongan ilmu perdukunan. Bahkan ia mengkaitkan dengan ucapan pejuang kemerdekaan, Tan Malaka.

Dalam video itu yang diunggah di Instagramnya, JS Khairen blak-blakan soal fenomena pembongkaran nalar masyarakat yang dilakukan Marcel Radhival.

"Tan Malaka membongkar nalar masyarakat yang percaya hal-hal berbau mistika dan dia luapkan dalam Madilog (buku karya Tan Malak) jauh sebelum Indonesia merdeka, sekarang gua ngerti kenapa namanya 'Pesulap Merah'," ucap JS Khairen.

Baca Juga: Pesulap Merah soal Gus Samsudin Diduga Menipu Sulit Diproses Hukum: Korban Ini Diminta Bayarnya Cash

Dalam kontennya, JS Khairen juga mengungkap alasan nama Pesulap Merah yang dikaitkan dengan ucapan Tan Malak hingga dirinya juga mengklaim sebagai penulis novel merah.

"Apakah pesulap merah adalah perwujudan lain dari ucapan Tan Malaka, 'ingatlah bahwa dari dalam kubur suara saya akan lebih keras dari pada di atas bumi', seru aja ngikutin bagaimana dia debunk master-master perdukunan," tulis JS Khairen.

Lebih lanjut, JS Khairen menyinggung tentang berbagai tulisan novel dan buku yang dibacanya, kemudian di unggah tanggapannya itu di akun media sosial.

Baca Juga: Pesulap Merah Marcel Radhival: Banyak yang Belum Gua Bongkar

"Kalau kalian yg udah baca novel 'Melangkah,' akan berkali2 dihadapkan pd problema si tokoh utama bernama Aura," kata JS Khairen.

"Saat pulang kampung, ia dihadapkan pada pilihan rasional dan irasional. Yaitu harus mempercayai pesan arwah nenek moyang," beber JS Khairen.

JS Khairen melanjutkan akibat mempercayai pesan arwah nenek moyang, kuliahnya menjadi terganggu.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah