Praktisi Hukum Sebut Jokowi Lebih Layak Dipolisikan daripada Hersubeno Arief Terkait Dugaan Penyebaran Hoax

- 11 September 2021, 16:06 WIB
Kolase foto Hersubeno Arief dan Jokowi
Kolase foto Hersubeno Arief dan Jokowi /Tangkapan layar kanal YouTube FNN/Instagram @jokowi

ISU BOGOR - Praktisi hukum atau pengacara sekaligus Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat Ahmad Khozinudin mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) lebih layak dipolisikan daripada Hersubeno Arief terkait dugaan kasus penyebaran hoax atau berita bohong.

Seperti diketahui, jurnalis senior sekaligus konsultan media dan politik, Hersubeno Arief, kabarnya bakal dilaporkan ke polisi oleh Gardu Banteng Marhaen (GBM) atas kasus dugaan penyebaran hoax Megawati kritis.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Khozinudin memberi dukungan telak untuk Hersubeno Arief yang ia nilai telah melakukan verifikasi jurnalisme, bukan menyebarkan hoax.

Baca Juga: Rocky Gerung Bongkar Sosok Bos Sentul City yang Sempat Dibui KPK Lalu Dapat Diskon Masa Tahanan 2,5 Tahun

Justru, menurut Ahmad Khozinudin, Jokowi lah yang lebih sering menyebarkan hoax dibandingkan Hersubeno Arief, jadi RI 1 tersebut lebih layak dipolisikan.

Pernyataan pengacara itu juga diperkuat atau dimuat ulang oleh Ekonom Rizal Ramli melalui cuitan akun Twitter-nya @RamliRizal, yang mana mengutip dari kanal YouTube Bang Eddy Channel.

"Jurnalis senior Hersubeno Arief dipolisikan GBM, dianggap sebar hoax ttg kondisi Megawati," ujar Rizal Ramli dikutip Isu Bogor dari cuitan akun Twitter-nya @RamliRizal, Sabtu, 11 September 2021.

Baca Juga: Sebut Indonesia Telah Jadi Koloni China, Hersubeno Arief: Sudah Begitu Parahnya kah Bangsa Kita Ini?

"Pengacara A.Khozinudin jika itu terjadi, presiden Jokowi jauh lebih layak dipolisikan. Jkw banyak menebar berita bohong spt mobil Esemka, impor, stop utang," sambungnya.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X