Muncul Kembali di YouTube Bahas Bipang Ambawang, Jozeph Paul Zhang: Pendeta Minta Maaf Tambah Goblok

- 11 Mei 2021, 01:43 WIB
Kembali Muncul di YouTube Bahas Bipang Ambawang, Jozeph Paul Zhang: Pendeta Minta Maaf Tambah Goblok
Kembali Muncul di YouTube Bahas Bipang Ambawang, Jozeph Paul Zhang: Pendeta Minta Maaf Tambah Goblok /Tangkapan layar YouTube Jozeph Paul Zhang

ISU BOGOR - Jozeph Paul Zhang, buronan Polri dan Interpol kembali eksis di dunia maya. Kali ini Jozeph muncul secara Live di Zoom Meeting dan YouTube, pada Senin malam 10 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu, Jozeph Paul Zhang yang berstatus tersangka kasus penistaan agama di Indonesia karena mengaku sebagai nabi ke-26 dan menghina agama Islam itu mengangkat tema 'Bipang Ambawang Vs Khilafah'.

Meski sedang diburu, Jozeph Paul Zhang terkesan tidak ada rasa jera dan takut, sehingga dalam video YouTube terbarunya dengan durasi 4 jam 10 menit ini dengan leluasa menghina kembali agama Islam dan menyebut konyol karena meramaikan Bipang Ambawang sebagai kuliner Pancasila.

Baca Juga: Jozeph Paul Zhang Tersangka Penistaan Agama Islam, Polri: Masih Berstatus WNI

"Hari ini kita bahas Bipang Ambawang, betapa konyolnya ini orang-orang Islam ini, masalah Bipang Ambawang. Saya akan menggugat habis-habisan kalau Bipang Ambawang tidak masuk dalam makanan kuliner Pancasila," ungkap Jozeph Paul Zhang tepatnya di menit 19.52

Tak hanya itu, Jozeph Paul Zhang yang merasa ditanggapi dan banyak ditonton hampir 20 ribu orang juga menyebut para pendeta yang menyudutkannya dengan kata-kata kasar.

Hal itu menanggapi pernyataan salah satu audiens bernama Nugroho yang mempertanyakan adanya Departemen Agama di Indonesia, kenapa hanya mengurusi agama Islam dan tidak adanya perguruan tinggi negeri selain Islam. Hal itu sebagai bukti adanya ketidakadilan di Indonesia.

Baca Juga: Jozeph Paul Zhang Klaim Sudah Lepas Status WNI, Refly Harun: Masih Bisa Dijerat UU ITE

"Itu justru kenapa kita selama ini diam saja, selama ini kita diam saja, itu yang jadi masalah," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Iyud Walhadi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X