Pelajar Dikroyok Hingga Tewas, Bima Arya Mengadu ke Ridwan Kamil

- 9 Oktober 2021, 09:10 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro saat berhadapan dengan pelaku pembunuhan pelajar di Mapolresta Bogor, Jumat 8 Oktober 2021.
Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro saat berhadapan dengan pelaku pembunuhan pelajar di Mapolresta Bogor, Jumat 8 Oktober 2021. /Chris Dale/Isu Bogor

ISU BOGOR – Menyikapi penyerangan pelajar hingga tewas, Wali Kota Bogor Bima Arya akan mengadu kepada Gubernur Jawa Barar Ridwan Kamil. Hal itu lantaran, kewenangan dan pengawasan sekolah tingkat atas berada di tingkat provinsi.

Hal itu dikatakan Bima saat mendatangi Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Jumat 8 Oktober 2021 sore. Kedatangan Bima Arya untuk menemui RA (18), pelaku kasus penyerangan terhadap pelajar RM (18) dengan menggunakan senjata tajam hingga meregang nyawa.

Bima mengatakan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga telah mengambil langkah cepat dengan memberikan sanksi penghentian sementara aktivitas Pelajaran Tatap Muka (PTM) di dua sekolah yang terlibat.    

Baca Juga: Borong, Bima Arya Sebut PAN Ajukan Erick, Anies, Ridwan Kamil, dan Khofifah Maju Pilpres 2024 

“Kita tidak ingin ada ekses yang lain dari peristiwa ini. Saya kira harus betul-betul diputus mata rantai ini, tidak ada-ada yang berlanjut dari sini. Kita imbau untuk semua menahan diri karena kami akan bertindak tegas kepada siapapun yang menjadi ekses dari peristiwa ini,” jelasnya.

Karena wewenang SMA ada di Provinsi, kata Bima, dirinya akan berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk secara sistematis merumuskan kebijakan yang lebih efektif agar bisa mencegah peristiwa serupa terulang kembali.

“Kita akan rumuskan, kedepan apa tindakan-tindakan kita. Karena harus ada dimensi pembinaan yang penting, tapi jangan sampai persoalan personal ini juga merusak kelembagaan (sekolah) secara keseluruhan. Harus ada pola yang pas,” ujar Bima.

Baca Juga: Apa Itu Vaksin Zifivax? Kenali Efikasi dan Efek Sampingnya di Sini! 

Bima juga berharap agar pelaku dihukum maksimal supaya ada efek jera dan menjadi pembelajaran untuk pelajar lainnya sebelum melakukan tindakan-tindakan yang merugikan orang lain dan diri sendiri.

Halaman:

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X