Pelajar Tewas Dikeroyok, KPAI Kota Bogor Sebut Saat Ini Pelajar Euforia PTM

- 8 Oktober 2021, 21:09 WIB
Satu pelaku pembunuh palajar di Bogor ditangkap anggota Polresta Bogor Kota, Rabu 7 Oktober 2021
Satu pelaku pembunuh palajar di Bogor ditangkap anggota Polresta Bogor Kota, Rabu 7 Oktober 2021 /Chris Dale/Isu Bogor

ISU BOGOR— Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor menilai tewasnya pelajar tewas dikeroyok dilatarbelakangi euforia para pelajar memasuki masa pembelajaran tatap muka (PTM). 

KPAID meminta agar masyarakat waspada, terhadap peluang aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelajar. 

Dengan adanya kewaspadaan dan kepedulian dari masyarakat, diharapkan tidak ada kejadian serupa seperti yang terjadi pada tewasnya pelajar RMP (17 tahun), usai ditikam pelajar lain pada Rabu malam.

Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiarudin merasa merasa miris lantaran kejadian kekerasan ini terjadi pada hari ketiga PTM di Kota Bogor, yang telah berlangsung sejak Senin 4 Oktober 2021. Meskipun kejadian itu terjadi pada malam hari di luar jam sekolah.

Baca Juga: Rizky Billar Resmi Polisikan Haters, Lesti Kejora Turut Diperiksa Sebagai Saksi 

"Perlu diwaspadai anak-anak sekarang sangat senang, euforia diberi kelonggaran untuk bisa mengikuti PTM setelah 2 tahun mereka belajar di rumah," kata Dudih, Jumat 8 Oktober 2021.

Kata dia, selama 2 tahun anak-anak di rumah dengan aktivitas terbatas. Selanjutnya, ketika ada pelonggaran PPKM, dengan penyelenggaran PTM para anak mulai bertemu teman bahkan musuh sekali pun.

“Jadi ini harus konsen semua. Kita terus bergerak, kita melakukan upaya melakukan berbagai pencegahan, sosialisasi pada masyarakat. Kesempatan ini tidak bisa diprediksi, tapi bisa kita awasi,” paparnya. 

Baca Juga: Zainal Arifin Mochtar Debat Yusril Ihza Mahendra, Refly Harun: Perdebatannya Sudah Tidak Substantif 

Halaman:

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X