BIG Sebut Perlu Mitigasi Antisipasi Bencana Cidurian Bogor

- 17 September 2021, 09:56 WIB
Sungai Cidurian yang berdampak pada rumah warga dan mengakibatkan aliran Cidurian, Jasinga yang putus akibat banjir, Selasa 7 September 2021
Sungai Cidurian yang berdampak pada rumah warga dan mengakibatkan aliran Cidurian, Jasinga yang putus akibat banjir, Selasa 7 September 2021 /Pemkab Bogor



ISU BOGOR - Pasca meluapnya Sungai Cidurian, Badan Informasi Geospasial (BIG), meminta harus ada antisipasi mitigasi pada beberapa wilayah pemukiman di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga.

Mitigasi dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana alam banjir yang kerap terjadi.

“Pengerukan sedimentasi bisa dilakukan di daerah aliran sungai yang mengalami penyumbatan. Tapi semua upaya perlu diskusi agar efektif dan efisien,” kata Koordinator Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG, Ferrari Pinem, Kamis 16 September 2021.

Baca Juga: Catat! Jadwal Vaksinasi Covid-19 Massal Kabupaten Bogor Terbaru Setiap Selasa dan Rabu

Pihaknya telah melakukan investigasi aliran Sungai Cidurian tersebut. Bahkan, aliran ini melintasi kecamatan lain yang sempat terdampak bencana.

“Hasil analisa citra satelit terjadi perubahan alur sungai di Desa Kalongsawah pada 2020. Dan perubahan ini dalam rentang Desember 2019 sampai Agustus 2020,” katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, BIG juga melakukan pengamatan langsung di lapangan. Karena, aliran sungai baru tersebut disebabkan bendungan irigasi yang diduga jebol akibat tidak kuat menahan debit air.

Baca Juga: Rocky Gerung Ngaku Beli Tanah dengan Prosedur yang Halal

“Aliran sungai yang awalnya kecil, tapi seiring waktu semakin membesar. Lalu pengendapan membentuk lekukan yang semakin tajam dan menyumbat aliran sehingga terhambat hingga menjadi sungai mati,” tambahnya.

Menurutnya, pengendapan terjadi akibat material longsor terbawa arus dari daerah hulu sungai, terutama saat terjadi longsor besar di Sukajaya dan sekitarnya pada awal 2020.

“Di daerah hulu seperti Kampung Urug di Sukajaya masih banyak ditemukan sisa material longsor. Besar kemungkinan material ini terbawa sungai dan terendapkan di hilir, terutama wilayah yang mengalami penurunan gradien sungai,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X