2.063 Pasien Sembuh, Bima Arya Sebut Covid-19 Belum Terkendali

- 21 Juli 2021, 19:03 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya sebut pemkot dan satgas Covid-19 akan berjuang maksimal di masa PPKM Darurat.
Wali Kota Bogor Bima Arya sebut pemkot dan satgas Covid-19 akan berjuang maksimal di masa PPKM Darurat. /Tangkap layar Instagram @bimaaryasugiarto


ISU BOGOR - Angka kesembuhan pasien covid-19 Kota Bogor naik tinggi dengan 2.063 kasus. Pun demikian, Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut kasus covid-19 Kota Bogor belum terkendali.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, Rabu 21 Juli 2021, dilaporkan 178 kasus positif baru, 9 kasus pasien meninggal, dan 2.063 pasien positif dinyatakan sembuh.

Angka itu merupakan kasus terbanyak sepanjang pandemi. Sebelumnya, rekot tercatat pada Selasa 20 Juli 2021 dengan 1.324 kasus pasien telah dinyatakan sembuh.

Baca Juga: Penyekatan Tidak Efektif, Bikin Masalah di Jalan Akhirnya Kota Bogor Berlakukan Kembali Ganjil Genap
 
Sedangkan, dilaporkan pada Senin 19 Juli dengan 859 dan Satu hari sebelumnya, Minggu 18 tercatat 154 kasus, Sabtu 17 Juli sebanyak 313, Jumat 15 Juli 469 kasus sembuh.

Menanggapi hal itu, Bima Arya menyebut masih akan terus memperkuat langkah satgas untuk disatu sisi mengurangi mobilitas warga disisi lain kita ingin melindungi dan memberikan perhatian atensi yang besar untuk ekonomi.

"Walaupun beberapa hari terakhir ada tren angka yang lebih baik namun demikian masih jauh dari kata terkendali," sebut Bima.

Baca Juga: 1,6 Kilometer Jalur Pipa PDAM Kota Bogor Terganggu Proyek Jalur Ganda Bogor Sukabumi

Kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) masih harus fokus untuk memastikan mobilitas tetap bisa dikendalikan disatu sisi, tetapi disisi lain perekonomian warga terutama warga yang duafa harus perhatikan.

Terkait mobilitas, Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro menyampaikan ada langkah yang lakukan yakni memberlakukan kebijakan ganjil genap mulai Jumat 23 Juli 2021.***

Halaman:

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X