Cegat Pemudik, Kota Bogor Sediakan 30.000 Alat Antigen

- 18 Mei 2021, 09:33 WIB
Salah satu penumpang di terminal Baranangsiang, Kota Bogor menjalani swab test.
Salah satu penumpang di terminal Baranangsiang, Kota Bogor menjalani swab test. /Chris Dale/Prokompim Pemot Bogor

ISU BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan 30.000 alat rapid antigen guna mengantisipasi pemudik Lebaran. Hal itu menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mewaspdai terjadinya ancaman gelombang kedua pascalibur Lebaran.

Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, untuk mewaspadai peningkatan arus pasca mudik sampai dengan 29 Mei 2021, khususnya bagi para pendatang dan pemudik yang kembali lagi RT/RW dan PPKM skala mikro harus diperketat lagi.

"Warga yang 'hilang atau tidak ada' dipastikan akan langsung melakukan tes Swab. Koordinasi sudah kita lakukan dengan RT RW Siaga, puskesmas standby. Kemudian sebanyak 30 ribu alat tes rapid antigen sudah disebar ke semua wilayah," kata Retno, Selasa 18 Mei 2021.

Baca Juga: Katulampa Selasa Pagi Normal, Bogor Waspadai Hujan Deras Disertai Angin Kencang

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi pimpinan unsur Forkopimda Kota Bogor mengikuti rakor secara virtual di Paseban Suradipati, Balai Kota Bogor, Senin 17 Mei 2021.

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan, pasca lebaran semua daerah harus hati-hati dan betul-betul waspada karena ada potensi penambahan jumlah baru kasus Covid-19 meskipun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Berdasarkan data, terdapat 1,5 juta orang yang tetap mudik dalam rentang 6 hingga 17 Mei 2021. Penambahan kasus aktif, diharapkan Jokowi tidak sebesar seperti tahun-tahun lalu.

Baca Juga: Raja Yordania: Masyarakat Internasional Harus Bergerak Efektif Hentikan Serangan Israel Terhadap Palestina

Konsistensi dan ketahanan harus dimiliki semua pihak mengingat pandemi Covid-19 tidak mungkin selesai dalam waktu satu atau dua bulan.

Halaman:

Editor: Chris Dale


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X